Disfungsi seksual penderita diabetes. Selain pada kaki, neuropati dapat
menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi (impoten). Keadaan itu juga didasari
oleh penyempitan pembuluh darah halus dengan kelainan saraf. Disfungsi ereksi
merupakan komplikasi yang paling ditakuti oleh para penderita diabetes
laki-laki.
Sebenarnya, disfungsi ereksi
dapat terjadi karena beberapa hal, di antaranya adalah beban psikis dan yang
paling umum adalah karena usia tua. Pada penderita diabetes, disfungsi ereksi
dapat terjadi pada usia yang relatif muda tanpa sebab lain, dan makin cepat
terjadi apabila gula darah selalu tinggi, serta disertai dengan kebiasaan
merokok.
Disfungsi ereksi bisa juga
disebabkan oleh beban psikologis dan karena obat-obat tertentu. Oleh karena
itu, dokter harus menyingkirkan sebab-sebab itu untuk sampai pada diagnosis
bahwa disfungsi ereksi tersebut memang disebabkan karena diabetes. Setelah itu,
akan dianjurkan pengendalian gula darah yang baik sambil memikirkan pemberian
obatnya. Di samping itu, untuk laki-laki, ada pula tindakan invasif atau
pemakaian alat-alat yang terkadang ditawarkan oleh dokter.
Pada perempuan, disfungsi seksual
juga dapat terjadi walaupun tidak jelas, yaitu berkurangnya cairan pelumas,
nyeri waktu berhubungan seksual, kadang terjadi anorgasme, dan yang sering pula
terjadi adalah menurunnya keinginan untuk berhubungan.
DiIndonesia diperkirakan sekitar 40-50% penderita diabetes mengalami DE dan dibanding dengan penderita DE pada umunya, DE penderita diabetes timbul pada usia yang lebih muda. Dengan meningkatnya jumlah penderita diabetes yang terus menerus tiap tahun, terutama di negara berkembang, akan meningkatkan jumlah penderita DE. pelayanan penderita diabetes yang makin baik akan mengubah pola komplikasi diabetes dari yang akut menjadi meanhun, hal ini berarti akan menambah jumlah penderita DE yang mengalami komplikasi menahun. Suatu penelitian menyebutkan bahwa hanya 18% sari keseluruhan penderita DE dan diabetes yang mendapat pengobatan untuk DE-nya. Selain itu hanya 18-27% penderita DE dan diabetes akan memulai diskusi tentang DE, sehingga dokter harus lebih aktif menanyakan tentang fungsi ereksi pada penderita diabetes.

No comments:
Post a Comment